Senin, 10 Mei 2010

360 ANDERSON COOPER

Mungkin, beginilah nasib kalau hidup di negeri yang dianggap identik dengan aksi teror. Artis R kelahiran Barbados batal manggung, padahal tiket sudah amblas dibeli calon penonton. Kejuaraan internasional A tidak mungkin diselenggarakan di sini. Presiden B atau menteri C dari negara D, mengundurkan jadwal kedatangannya. Lalu ada lagi yang namanya 'travel warning.' Semuanya pasti karena satu alasan. Takut mati dibom!

Mungkin di mata dunia luar, orang Indonesia adalah serumpun manusia yang patut dicurigai gerak-geriknya. Harap maklum, saya saja yang asli orang Indonesia kadang-kadang takut juga kalau datang ke tempat-tempat tertentu. Siapa tahu lagi sial, kena bom meleduk. Hiii….

Saya penggemar acara 360˚ di CNN, ketika TV lokal hanya menyiarkan iklan kampanye-kampanye kosong, ‘pilkadal’ rusuh yang membosankan, dan berita remeh temeh yang sok dipolitisir.

Selain liputan yang manusiawi dan mendalam, program 360˚ ini dibawakan oleh seorang reporter yang membuat mata perempuan saya sampai melotot memandangnya. Meskipun bahasa Inggris saya ‘acak adut’, tapi kalau si ganteng ini yang bicara, rasanya saya jadi paham semua yang ia ucapkan.

Saya cinta mati sama si Anderson Cooper ini, demikian namanya. Sudah tampan abis, pintar pula. Konon, Tuan Cooper berasal dari kalangan berada di negeri asalnya. Dia bisa saja hidup enak tanpa harus bercapek-capek reporting kesana-kemari.

Itulah juga salah satu hal yang membuat saya gandrung padanya. Sementara, di sini, ada nggak ya anak konglomerat yang mau jadi wartawan? Dimaki-maki narasumber, berpapasan dengan maut saat meliput perang atau bencana alam? Ha..ha..ha…dalam mimpi!

Saya makin semangat menonton program 360˚ ketika ternyata bang Anderson meng’approve’ saya sebagai teman di facebooknya. Email darinya yang berisi ‘confirm to be friend’ tidak saya hapus dari kotak surat saya. Meskipun hanya lewat dunia virtual, saya senang sekali mendapat respon darinya.

Kemarin, saya membuka seluruh daftar nama-nama yang sudah menjadi teman saya melalui facebook. Tapi terasa ada yang janggal. Saya selalu mampir melihat teman saya yang berasal dari Italy. Saya juga selalu mampir melihat teman saya yang wartawan CNN itu. Bolak-balik saya lihat daftarnya, ternyata nama Anderson Cooper memang sudah tidak berada di tempatnya lagi. Kok bisa?

Saya tidak tahu harus tanya kemana. Kenapa si bul bul ganteng nan ‘pinter’ itu menghilang dari daftar teman-teman saya? Setahu saya, menghilangkan nama teman hanya bisa dilakukan melalui ‘account’ kita sendiri. Jadi hal yang paling mungkin adalah, Anderson sendiri yang telah ‘menendang’ saya keluar dari daftar teman-temannya.

Oh, sekali lagi nasib…nasib… Apakah ia sudah tidak sudi punya teman dari Indonesia meskipun hanya ‘teman’ di dunia maya? Saya hanya menebak-nebak. Saya kira, saya tidak punya alasan yang membuatnya marah sehingga ia mendepak saya. Menulis di ‘wall’ nya saja saya cuma sekali. Itupun hanya bilang ‘I love your show.”

Saya jadi sensitif. Adakah yang salah pada diri saya? Apakah karena saya seorang Indonesia? Benarkah kemudian ia curiga bahwa saya adalah juga seorang tukang teror yang ingin menjadikannya target? Atau seorang mata-mata dari dunia ketiga yang berkamuflase di FB untuk mencari akses demi mendapatkan berbagai informasi penting dari seorang wartawan negara adidaya (halah…sok ngerti intel lu, baru baca buku CIA ya?). Berlebihan!!

Lantas apa mas Anderson? Tampang saya juga kayaknya tidak jelek-jelek amat. Jadi anda tidak perlu malu punya teman keren seperti saya. Tapi, kenapa anda mencoret saya dari daftar teman-teman anda? Kalau memang benar anda melakukan itu, sungguh saya begitu tersinggung. Juga patah hati!*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar